Kado HUT RI ke-81, Bandara I Gusti Ngurah Rai Operasikan Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik

Fasilitas jembatan penghubung transfer terminal internasional ke domestik di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

MANGUPURA, Balijani.id | PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) terus bertransformasi meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Langkah nyata ini diwujudkan melalui peresmian fasilitas baru berupa Jembatan Penghubung Transfer Terminal Internasional-Domestik yang beroperasi tepat pada momentum HUT RI ke-81, Senin (17/8/2026).

Fasilitas ini dirancang khusus untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan (seamless journey) bagi penumpang yang melakukan perpindahan penerbangan dari terminal internasional ke domestik maupun sebaliknya.

“Fasilitas terbaru di Bandara I Gusti Ngurah Rai ini diproyeksikan beroperasi tepat pada 17 Agustus sebagai kado persembahan bagi seluruh pengguna jasa dalam momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia,” ujar General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati.

Beliau menambahkan bahwa pada tahap awal, fasilitas ini dapat diakses oleh penumpang transfer dari maskapai tertentu dan akan terus diperluas secara bertahap hingga melayani seluruh maskapai.

Pangkas Durasi Transfer Penumpang dan Bagasi

Sebelumnya, alur transfer antar terminal masih belum terintegrasi secara langsung. Proses transfer dari kedatangan internasional ke keberangkatan domestik rata-rata membutuhkan waktu 90 menit untuk penumpang dan 150 menit untuk bagasi. Sementara alur sebaliknya memakan waktu 70 menit untuk penumpang dan 120 menit untuk bagasi.

Hadirnya jembatan penghubung yang terintegrasi ini memberikan dampak efisiensi waktu yang sangat signifikan:

Jenis Transfer Durasi Alur Eksisting Durasi Fasilitas Baru (Proyeksi)
Penumpang 70 – 90 menit ± 15 menit
Bagasi 120 – 150 menit ± 45 menit

“Efisiensi waktu ini tercipta berkat dukungan dari maskapai, ground handling, Imigrasi, Bea Cukai, dan Karantina. Penumpang tidak perlu lagi keluar terminal, check-in ulang, atau repot memindahkan bagasi secara mandiri,” pungkas Nugroho Jati.

[ Editor : Sarjana ]

Tinggalkan Balasan