Pengabdian Bli Bhabin Desa Bungkulan Harisandy Mahayuda; Sebuah Keikhlasan dan Tanggungjawab

Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan Harisandy Mahayuda atau Bli Bhabin saat berbaur dan melakukan pendekatan humanis bersama warga dalam kegiatan adat di Buleleng

Buleleng, Balijani.id | Di balik seragam kepolisian yang dikenakan setiap hari, seorang Bhabinkamtibmas tidak hanya dituntut menjaga keamanan dan ketertiban. Mereka juga menjadi tempat warga mengadu, penengah konflik, hingga ikut terlibat dalam berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Peran itulah yang dijalani Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan, Harisandy, yang akrab disapa Bli Bhabin.

Bagi Bli Bhabin, tugas sebagai Bhabinkamtibmas bukan sekadar kewajiban sebagai anggota Polri. Jabatan tersebut, menurutnya, merupakan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan tulus, penuh tanggung jawab, dan dilandasi rasa ikhlas.

“Kami harus mengabdi kepada masyarakat, membantu memecahkan permasalahan sosial, serta hadir saat masyarakat membutuhkan bantuan,” ujar Bli Bhabin.

Sebagai ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas dituntut mampu membangun hubungan yang baik dengan warga. Tidak hanya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, mereka juga harus siap membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan, termasuk persoalan sosial dan kemanusiaan.

Berbagai kegiatan sosial telah dilakukan Bli Bhabin bersama masyarakat Desa Bungkulan. Mulai dari menggalang bantuan untuk program bedah rumah, membantu warga yang terdampak bencana, hingga mendampingi warga lanjut usia mengurus KTP dan berbagai keperluan administrasi lainnya.

Baginya, keberadaan seorang Bhabinkamtibmas harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran polisi, menurut dia, tidak boleh hanya dirasakan ketika ada persoalan hukum, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan uluran tangan dan pendampingan.

Momen yang paling membekas selama bertugas justru terjadi ketika dirinya terlibat dalam kegiatan adat dan keagamaan bersama masyarakat. Dalam berbagai pelaksanaan odalan maupun kegiatan adat lainnya, ia merasakan kedekatan yang tidak dibatasi oleh status ataupun jabatan.

“Saat duduk bersama masyarakat dalam kegiatan adat, tidak ada yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Semua bersatu dalam semangat kebersamaan,” katanya.

Selain menjalankan fungsi pembinaan masyarakat, Bli Bhabin juga membentuk forum warga sebagai wadah penyelesaian masalah melalui musyawarah. Langkah tersebut dilakukan agar persoalan yang muncul di masyarakat dapat diselesaikan secara kekeluargaan sebelum berlanjut ke jalur hukum.

Tidak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada generasi muda melalui program Police Go To School. Program tersebut dijalankan melalui penyuluhan, konseling, serta kerja sama dengan guru Bimbingan Konseling untuk membantu mencegah kenakalan remaja dan mengarahkan para pelajar pada kegiatan yang lebih positif.

Menurut Bli Bhabin, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak dibangun dengan kata-kata semata, melainkan melalui keteladanan dan tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagai penutup, Bli Bhabin menyampaikan pesan yang selalu menjadi pegangan dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban adalah kebutuhan bersama. Oleh karena itu, mari kita tanamkan semangat untuk menjaganya demi terciptanya masyarakat yang aman, tertib, dan sejahtera.”

Bagi Bli Bhabin, menjadi Bhabinkamtibmas memang menyimpan banyak suka dan duka. Namun di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, satu hal yang tetap menjadi pegangan adalah hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Sebab, kehadiran polisi di tingkat desa tidak hanya diukur dari keberhasilan menjaga keamanan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

[ Penulis : Baryll ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *