Yogyakarta, Balijani.id| Provinsi Bali dinobatkan sebagai daerah terbaik dalam penanggulangan kemiskinan di regional Jawa-Bali. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri di Grand Ballroom Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6/2026).
Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait. Selain trofi penghargaan, Pemerintah Provinsi Bali juga memperoleh insentif fiskal sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan yang dinilai efektif dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas capaian Bali yang berhasil menekan angka kemiskinan hingga 3,42 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah secara nasional dan jauh lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang masih berada pada kisaran 8,25 persen.
Keberhasilan itu menempatkan Bali di posisi teratas regional Jawa-Bali, mengungguli sejumlah provinsi lain, termasuk Jawa Barat yang berada di peringkat kedua. Capaian tersebut sekaligus memperlihatkan efektivitas kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Tidak hanya di tingkat provinsi, prestasi serupa juga diraih pemerintah kabupaten dan kota di Bali. Kabupaten Badung meraih predikat terbaik pertama tingkat kabupaten dalam kategori yang sama, disusul Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Tabanan. Sementara Kota Denpasar berhasil menjadi yang terbaik pada kategori pemerintah kota.
Menurut Tito, pemerintah pusat tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memberikan penghargaan kepada daerah yang mampu menunjukkan kinerja terbaik.
“Kita berikan penghargaan agar daerah-daerah berlomba menghadirkan inovasi dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menilai banyak kepala daerah yang berhasil menghadirkan perubahan positif melalui program-program pembangunan yang terukur. Karena itu, prestasi mereka perlu mendapat ruang dan apresiasi agar meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Capaian Bali dalam penanggulangan kemiskinan turut didukung berbagai indikator pembangunan lainnya yang menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 1,45 persen atau terendah secara nasional. Sementara tingkat ketimpangan pendapatan yang tercermin dalam gini ratio berada pada angka 0,333, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional sebesar 0,363.
Pendapatan per kapita masyarakat Bali juga meningkat menjadi Rp72,66 juta per tahun. Di sisi lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 79,37 dengan usia harapan hidup sebesar 75,46 tahun.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya mampu menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata. Penghargaan dari Kemendagri ini menjadi penegasan bahwa Bali saat ini merupakan salah satu daerah dengan kinerja penanggulangan kemiskinan terbaik di Indonesia.
[ Editor : Sarjana ]













