Buleleng, Balijani.id| Pembangunan kawasan Titik Nol Buleleng resmi dimulai. Seiring dimulainya proyek tersebut, kendaraan berat pengangkut material mulai berseliweran di pusat Kota Singaraja, terutama di sekitar Tugu Singa Ambara Raja.
Aktivitas kendaraan proyek yang melintas pada jam-jam tertentu menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng memastikan pengamanan dan pengawasan dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan AP., menyatakan pihaknya telah menyiapkan pola pengaturan khusus selama proses mobilisasi material berlangsung.
“Kami melakukan pengamanan, pengawalan, dan pengawasan di kawasan Titik Nol saat material dan kendaraan berat melintas,” ujar Gede Gunawan.
Ia menjelaskan, pergerakan kendaraan berat difokuskan pada waktu tertentu guna meminimalkan gangguan aktivitas masyarakat.
“Kendaraan berat melintas mulai pukul 12.00 WITA hingga pukul 04.00 WITA dini hari. Ini untuk mengurangi kepadatan di jam sibuk,” jelasnya.
Menurutnya, personel Dishub disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan Tugu Singa Ambara Raja yang menjadi simpul lalu lintas utama di Kota Singaraja. Pengaturan dilakukan agar arus kendaraan tetap terkendali dan tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Pembangunan Titik Nol Buleleng merupakan bagian dari penataan kawasan pusat kota. Proyek ini diproyeksikan menjadi wajah baru Kota Singaraja sekaligus ruang publik representatif bagi masyarakat.
Dishub mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi proyek serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan pengaturan yang disiplin dan dukungan masyarakat, proses pembangunan diharapkan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas harian warga.
Dimulainya pembangunan ini menandai babak baru penataan pusat Kota Singaraja. Di tengah aktivitas kendaraan berat yang meningkat, pengawasan ketat menjadi kunci agar pembangunan berjalan aman dan tertib.
[ Editor : Sarjana ]













