Buleleng, Balijani.id| Apa yang terjadi ketika ketulusan budaya Bali dipadukan dengan standar profesionalisme dunia? SMK Negeri 1 Kubutambahan menjawabnya lewat aksi nyata, bukan sekadar teori di ruang kelas.
Di tengah semarak Bulan Bahasa Bali dan momentum Hari Kasih Sayang, SMK Negeri 1 Kubutambahan menghadirkan sebuah perhelatan pendidikan vokasi bertajuk Atma Kerti Udiana, Harmoni Tri Hita Karana dalam Bingkai Kasih Sayang, Menguatkan Jiwa, Memantapkan Cinta, Mewujudkan Cita, yang digelar pada 20 Februari 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni sekolah. Program tersebut menjadi puncak dari proses pembelajaran selama dua bulan melalui skema The Hospitality Integrated Triangle System (HITS). Para siswa tidak hanya belajar di sekolah, tetapi juga menyatu dengan desa wisata hingga terjun langsung melayani tamu di villa-villa mitra.
“Pernahkah kalian bertanya, apa yang terjadi jika ketulusan budaya Bali bertemu dengan standar profesionalisme dunia? Hari ini, di SMK Negeri 1 Kubutambahan, kami memberikan jawabannya,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan yoga bersama sebagai simbol penyatuan jiwa, raga, dan pikiran. Para siswa memohon restu sebelum melangkah menjalani praktik pelayanan profesional di dunia nyata.
Di dapur, aroma bumbu masakan tradisional berpadu dengan teknik modern. Di ruang makan, ketepatan layanan fine dining dijalankan dengan standar industri. Seluruh proses menjadi bukti bahwa siswa SMK mampu tampil percaya diri dan profesional.
“Ini bukan sekadar simulasi, melainkan aksi nyata. Kami membuktikan bahwa siswa SMK bukan lagi pilihan kedua. Kami adalah garda terdepan industri pariwisata yang siap bersaing secara global,” tegas perwakilan siswa.
Momentum ini juga menjadi ruang refleksi bagi para siswa. Melalui program HITS, mereka menyadari bahwa hospitality sejati tidak hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga tentang bakti dan kasih sayang, dimulai dari keluarga.
“Melalui program HITS, kami tersadar bahwa hospitality sejati selalu dimulai dari bakti dan kasih sayang,” ungkapnya.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada kepala sekolah, guru, dan seluruh staf yang telah memberikan ruang bagi siswa untuk berinovasi dan mengembangkan diri tanpa batas.
Dengan semangat itu, SMKN 1 Kubutambahan menegaskan bahwa pendidikan vokasi bukan alternatif, melainkan solusi strategis bagi industri pariwisata Bali. Para siswa mungkin masih pemula, namun tekad dan kompetensi yang dibangun hari ini menjadi fondasi masa depan.
“Atma Kerti Udiana… dari hati untuk Bali, dari SMKN 1 Kubutambahan untuk dunia.”
[ Editor : Sarjana ]














