News  

DPK Peradah Buleleng Sampaikan Gagasan Alternatif Penanganan Sampah, DPRD Dorong Konsistensi Gerakan Pemuda

Buleleng, Balijani.id| Ketua DPRD Kabupaten Buleleng menerima audiensi Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Buleleng dalam rangka membahas isu lingkungan, khususnya persoalan sampah yang menjadi tantangan serius di daerah tersebut.

Pertemuan ini yang dilaksanakan pada, Rabu ( 18/2 ) menjadi ruang dialog strategis antara pemuda dan lembaga legislatif dalam mencari pendekatan alternatif yang lebih komprehensif terhadap penanganan sampah.Dalam audiensi tersebut, pengurus DPK Peradah Buleleng menyampaikan pandangan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan teknis dan regulasi semata. Mereka menilai, diperlukan perubahan paradigma yang lebih mendasar melalui pembangunan kesadaran ekologis masyarakat.

Ketua DPK Peradah Buleleng, Teja, menegaskan bahwa solusi persoalan sampah harus menyentuh aspek individu dan budaya sosial masyarakat.

“Persoalan sampah tidak selesai hanya dengan mengolah sampah itu.
Persoalan sampah harus menyentuh hingga menjadi suatu kesadaran individu. Oleh karena itu, kita harus terus menyuarakan perihal edukasi lingkungan khususnya sampah,” ujarnya.

Menurut Teja , edukasi lingkungan perlu dihadirkan dalam berbagai ruang sosial masyarakat, mulai dari lingkungan pendidikan formal seperti ruang kelas, hingga ruang informal seperti diskusi publik, warung kopi, dan interaksi masyarakat di pasar. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif yang berkelanjutan.

Menanggapi gagasan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dibawa oleh kalangan pemuda. Ia menilai keterlibatan generasi muda sangat penting dalam mendorong perubahan sosial dan pembangunan daerah.

“Kami membutuhkan komitmen dari teman-teman pengurus Peradah yang baru ini untuk ikut serta membangun Buleleng. Isu sampah di Buleleng jangan menunggu viral untuk disikapi,” tegas Ngurah Arya yang akrab di sapa ARBO

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi antara pemuda dan pemangku kebijakan dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh dimensi kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat. DPK Peradah Buleleng juga berencana menginisiasi diskusi publik pada tanggal 28 Februari mendatang sebagai ruang refleksi bersama guna membangun narasi alternatif dalam menyikapi persoalan lingkungan secara lebih holistik.

[ Editor : Sarjana ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *