Buleleng, Balijani.id| Pendidikan vokasi di Bali kembali mencatat langkah strategis. SMK Negeri 1 Kubutambahan resmi meluncurkan Program Kelas Industri bertajuk The Hospitality Integrated Triangle System, Rabu, 18 Februari 2026. Program ini dirancang untuk menyatukan standar industri perhotelan internasional dengan kekuatan budaya lokal Bali.
Peluncuran program ini tidak sekadar seremoni. Kehadiran industrial expert asal Belgia, Dirk Andre Dewulf, menjadi penanda bahwa SMKN 1 Kubutambahan mulai membangun jejaring kompetensi hingga level global. Sekolah kejuruan di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng ini menegaskan posisinya sebagai penggerak pendidikan pariwisata berbasis standar internasional.
Program The Hospitality Integrated Triangle System mengintegrasikan tiga pilar utama: akademisi, standar industri global, dan nilai budaya lokal. Sinergi ini menjadi model pembelajaran yang menempatkan siswa tidak hanya sebagai peserta didik, tetapi sebagai calon profesional yang siap bersaing di dunia kerja.
Topik pembuka dalam rangkaian kegiatan ini mengangkat tema Balinese Fundamentals in Hospitality. Dalam sesi tersebut, Dirk Andre Dewulf bersama tim instruktur membedah nilai-nilai dasar pelayanan khas Bali, seperti keramahtamahan tulus dan filosofi Tri Hita Karana, yang dinilai memiliki daya saing tinggi dalam industri perhotelan modern.
“Hospitalitas bukan sekadar tentang kemewahan fasilitas, melainkan tentang koneksi manusiawi. Hari ini, kami membangun jembatan antara tradisi Bali dan profesionalisme internasional,” ujar Dirk Andre Dewulf di hadapan siswa.
Ia menekankan bahwa industri perhotelan global justru mencari identitas lokal yang kuat, bukan sekadar kemampuan teknis. Nilai budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat Bali dinilai menjadi kekuatan autentik yang tidak dimiliki semua destinasi wisata dunia.
Kelancaran transfer pengetahuan dalam kegiatan guest lecture ini dikawal langsung oleh tiga koordinator program, yakni I Gusti Bagus Sumarta, Gede Eka Kusuma Abdi, dan I Kadek Wihendra Dinata. Kolaborasi antara tenaga pendidik lokal dan pakar internasional memastikan siswa mendapatkan pembelajaran berbasis praktik, bukan hanya teori.
Melalui program ini, siswa diajak memahami standar kerja industri global tanpa meninggalkan jati diri sebagai generasi muda Bali. Konsep pembelajaran yang diterapkan menekankan keseimbangan antara kompetensi teknis, etika kerja, dan penguatan karakter berbasis budaya.
SMKN 1 Kubutambahan berharap model kelas industri ini menjadi tonggak baru pendidikan vokasi di Buleleng. Dengan memadukan standar global dan kearifan lokal, sekolah ini menegaskan bahwa kualitas internasional dapat dibangun dari akar budaya sendiri.
[ Editor : Sarjana. ]














