Buleleng, Balijani.id| Perkembangan teknologi digital mengubah cara industri pariwisata mempromosikan destinasi dan layanan. Kini, kekuatan visual menjadi salah satu kunci penting dalam menarik perhatian wisatawan. Menyadari hal tersebut, siswa Kelas Industri The Hospitality Integrated Triangle System di SMK Negeri 1 Kubutambahan mulai dibekali keterampilan fotografi pariwisata sebagai bagian dari persiapan menghadapi dunia kerja.
Program pelatihan Tourism Photography ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teknik dasar fotografi, tetapi juga memahami bagaimana sebuah gambar mampu menyampaikan pengalaman wisata kepada calon tamu.
Sebagai mentor utama dalam kegiatan tersebut, praktisi fotografi Komang Toni Artama dari Moments Photo & Video berbagi pengalaman langsung dari industri. Ia menjelaskan bagaimana fotografi dapat menjadi alat promosi yang kuat dalam dunia hospitality.
Menurutnya, foto yang baik tidak hanya menampilkan objek, tetapi mampu menggambarkan suasana dan pengalaman yang ditawarkan sebuah destinasi atau hotel.
Dalam sesi pelatihan, siswa diajak memahami cara memotret berbagai elemen penting di dunia perhotelan, mulai dari detail kamar hingga suasana lingkungan yang mampu membangun kesan bagi calon tamu.
Kegiatan ini juga didampingi oleh Ari Mahayoga, S.Kom., serta dipandu oleh pengelola Program Kelas Industri, I Gusti Bagus Sumarta, S.Pd., M.Pd., dan Gede Eka Kusuma Abdi, S.Pd. Pendampingan tersebut memastikan materi yang diberikan tetap sejalan dengan kurikulum pendidikan vokasi sekaligus relevan dengan kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.
Bagi para siswa, keterampilan fotografi pariwisata ini dinilai sebagai bekal penting untuk masa depan. Selain bekerja di sektor perhotelan, mereka juga berpeluang berperan sebagai kreator konten yang mampu mempromosikan properti tempat mereka bekerja melalui visual yang menarik.
Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya belajar teknik mengambil gambar, tetapi juga memahami bagaimana visual dapat menjadi alat komunikasi yang kuat dalam mempromosikan destinasi wisata dan layanan hospitality.
Langkah yang dilakukan SMK Negeri 1 Kubutambahan ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi terus beradaptasi dengan kebutuhan industri. Dari ruang kelas hingga praktik di lapangan, para siswa dipersiapkan untuk melihat peluang baru di balik kamera—membidik masa depan pariwisata melalui lensa kreatif mereka.
[ Editor : Sarjana ]














