News  

Dokter Senior RS Tabanan Bersedih, Stok Obat Menipis

Tabanan, Balijani.id| Kondisi pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tabanan menjadi sorotan setelah seorang dokter senior menyampaikan kegelisahannya terkait ketersediaan obat di rumah sakit tersebut. Pesan yang disampaikan melalui voice note di grup internal manajemen rumah sakit itu menggambarkan kekhawatiran mendalam terhadap nasib pelayanan pasien.

Dokter spesialis saraf yang memperkenalkan diri sebagai Dokter Ayu itu diketahui telah mengabdi selama 26 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan. Dalam pesannya, ia mempertanyakan arah pengelolaan rumah sakit setelah sejumlah obat dilaporkan tidak lagi tersedia di depo farmasi.

Dalam pengantar pesannya kepada jajaran direksi dan manajemen rumah sakit, ia menyampaikan kegelisahannya dengan nada lirih namun tegas.

“Selamat pagi kepada para direksi dan manajemen yang ada di WA Group ini. Maafkan saya memakai voice note supaya intonasi suara saya bisa didengar dengan jelas. Mohon maaf sebelumnya, saya ingin bertanya: rumah sakit ini mau dibawa ke mana?” ucapnya.

Menurutnya, situasi yang terjadi saat ini menjadi salah satu kondisi paling berat yang pernah ia rasakan selama puluhan tahun mengabdi sebagai tenaga medis.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah obat yang biasa digunakan untuk penanganan pasien dilaporkan habis satu per satu. Bahkan obat yang disebut terakhir tidak tersedia adalah City Collin yang diduga tidak lagi dipasok karena adanya tunggakan pembayaran kepada distributor.

“Obat satu per satu sudah tidak ada di depo karena kita tidak membayar. Kemungkinan utang kita terlalu banyak. Sekarang yang terakhir City Collin juga tidak ada. Sedangkan kami tidak boleh mengatakan kepada pasien bahwa obat tidak tersedia,” ungkapnya.

Bagi dokter yang telah puluhan tahun bekerja di rumah sakit tersebut, persoalan ini bukan sekadar masalah administratif. Ia menilai kondisi tersebut menyentuh langsung tanggung jawab moral tenaga medis terhadap pasien.

“Berikan saya kesempatan menumpahkan isi hati saya. Saya dokter paling senior saat ini di Rumah Sakit Tabanan, sudah 26 tahun bekerja di sini. Baru kali ini saya merasakan situasi seperti sekarang ini,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa yang menjadi perhatiannya bukan mencari siapa yang salah, melainkan bagaimana memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan.

“Yang saya ingin tahu adalah bagaimana pelayanan terhadap pasien yang sudah ada di rumah sakit ini. Mereka sudah terlanjur dirawat, sudah masuk ke rumah kita ini. Lalu bagaimana kita melayani mereka?” lanjutnya.

Dalam pesan tersebut, ia bahkan menyatakan siap menerima sanksi jika penyampaiannya dianggap melanggar aturan internal.

“Kalau saya salah, silakan berikan saya punishment. Apa pun hukuman untuk saya sebagai dokter senior di sini, silakan. Tapi jiwa saya masih bersatu untuk pasien. Jiwa saya untuk pasien. Pelayanan adalah nomor satu bagi kami,” tegasnya.

Ia pun meminta manajemen rumah sakit segera memberikan solusi agar para dokter penanggung jawab pasien dapat menjalankan tugas mereka dengan maksimal.

“Tolong berikan jawaban terbaik hari ini. Bagaimana pemecahan terbaik untuk pasien-pasien kita di Rumah Sakit Tabanan ini,” tutupnya.

Kondisi tersebut turut mendapat perhatian sejumlah tokoh masyarakat di Bali. Mereka menilai persoalan ketersediaan obat di rumah sakit daerah tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Salah satu tokoh masyarakat, Gde Putra, menilai situasi ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam pengelolaan rumah sakit.

“Motto Jayaning Singgasana seharusnya menjadi semangat pelayanan yang kuat. Tetapi jika sampai obat-obatan di rumah sakit habis seperti ini, maka semangat itu seolah tidak terbukti,” ujarnya.

Tokoh masyarakat lainnya juga meminta pemerintah daerah segera turun tangan agar persoalan ini tidak berlarut-larut.

“Bupati Tabanan harus segera menyelesaikan masalah obat yang sudah habis di rumah sakit. Kenapa bisa sampai habis? Artinya pengawasan dan manajemen rumah sakit sudah tidak berjalan dengan baik,” katanya.

Situasi ini kini menjadi perhatian serius karena menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Harapan masyarakat tertuju kepada pemerintah daerah serta manajemen rumah sakit agar segera mengambil langkah konkret sehingga pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Tabanan dapat kembali berjalan normal.

[ Editor : Sarjana ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *