News  

Hujan Sangat Lebat Terjang Bali, 76 Titik Bencana Tercatat

Denpasar, Balijani.id| Bali dilanda hujan sangat lebat selama dua hari berturut-turut. Akibatnya, 76 titik kejadian bencana hidrometeorologi tercatat hingga Selasa, 24 Februari 2026 pukul 15.30 WITA. Meski ratusan warga sempat dievakuasi, tidak ada laporan korban jiwa.

Berdasarkan rilis resmi BPBD Provinsi Bali, kondisi ini dipicu puncak musim hujan sebagaimana peringatan dini BMKG pada Dasarian III Februari 2026. Curah hujan pada 22 dan 23 Februari masuk kategori sangat lebat, bahkan di sejumlah titik melampaui 200 mm per hari.

Pada 22 Februari, pos pengamatan Ampadan mencatat 290 mm/hari, disusul Rejasa 208 mm/hari dan Megati 152,5 mm/hari. Rata-rata curah hujan hari itu mencapai 116,5 mm/hari atau masuk kategori sangat lebat. Sehari berikutnya, 23 Februari, intensitas tinggi kembali terjadi. Stamet Ngurah Rai mencatat 216,9 mm/hari, Sumerta 175 mm/hari, serta sejumlah wilayah lain di atas 120 mm/hari dengan rata-rata 120,3 mm/hari.

Akumulasi hujan tersebut meningkatkan debit sungai dan saluran drainase hingga memicu banjir dan longsor di berbagai wilayah. BPBD mencatat 42 titik banjir, 5 titik tanah longsor, 23 pohon tumbang, 4 senderan jebol, 1 tanggul jebol, serta 1 kejadian angin puting beliung. Kota Denpasar menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 36 titik.

Sebanyak 350 warga dievakuasi sementara, termasuk 30 orang di Jalan Dewi Sarawati II, Seminyak, 10 orang di Jalan Gunung Athena II, Seminyak, serta 1 bayi dan 3 balita di Sesetan, Denpasar. Petugas juga melakukan penyedotan banjir di RS BMC, penanganan longsor di Pura Taman Beji Denpasar, serta pemantauan intensif di sejumlah titik rawan.

Di kawasan Pasar Badung, tinggi muka air Tukad Badung sempat naik hingga ±120 cm di atas normal. Sirine peringatan dini berbunyi dengan status Siaga pada pukul 04.00 WITA dan kembali aktif pada pukul 08.24 serta 09.26 WITA akibat fluktuasi debit dari wilayah hulu. Hingga sore hari, kondisi air dilaporkan berangsur menurun dan tetap dalam pemantauan.

BPBD menyebut dampak kejadian bersifat lokal dan terkendali. Sejumlah titik telah ditangani, sementara lainnya masih dalam proses penanganan dan pemutakhiran data. Pendataan bangunan rusak dan terendam masih berlangsung.

BPBD Provinsi Bali juga mencatat peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Di sebagian besar lokasi terdampak, volume sampah yang terbawa banjir relatif kecil. Kondisi ini dinilai membantu meminimalkan dampak genangan, terutama di kawasan perkotaan.

Dengan potensi hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap banjir, longsor, dan pohon tumbang. Aktivitas di bantaran sungai saat hujan lebat agar dihindari, serta informasi resmi dari BPBD dan BMKG terus dipantau.

Cuaca ekstrem menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan disiplin menjaga lingkungan tidak bisa ditunda. Respons cepat aparat dan partisipasi warga menjadi kunci agar dampak bencana tidak meluas.

[ Editor : Sarjana ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *