News  

Toya Vyavastha, Manajemen Profesional di Balik Rockaway Kintamani

Kintamani, Balijani.id| Di tengah persaingan industri pariwisata yang kian ketat, keberlanjutan sebuah destinasi tidak lagi cukup bertumpu pada panorama dan konsep visual semata. Diperlukan kepemimpinan manajemen yang kuat, strategi yang terukur, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara nilai ekonomi, lingkungan, dan budaya. Inilah fondasi yang dibangun Rockaway Kintamani bersama Toya Vyavastha.

Melalui peran sebagai strategic management leadership, Toya Vyavastha tidak sekadar mengelola operasional, tetapi mengarahkan visi jangka panjang Rockaway. Fokusnya pada penguatan positioning, konsistensi standar hospitality, serta penciptaan nilai berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan industri pariwisata modern.
Dalam sambutannya pada kegiatan pertemuan bersama travel agent, media, dan mitra pariwisata yang digelar di Rockaway Kintamani, Dr. I Ketut Mardjana menegaskan bahwa kolaborasi antara Rockaway Kintamani dan Toya Vyavastha lahir dari kebutuhan nyata akan pengelolaan profesional di sektor hospitality. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 14 Februari 2026 tersebut menjadi momentum pengenalan konsep pengelolaan dan arah pengembangan Rockaway Kintamani kepada para mitra industri pariwisata.

“Kolaborasi antara Toya Vyavastha dan Rockaway Kintamani bukan terjadi secara kebetulan. Toya Vyavastha didirikan untuk menjawab tantangan zaman, bahwa industri hospitality hari ini membutuhkan pengelolaan yang profesional, fokus, dan dedicated,” ujar Mardjana.

Ia menjelaskan, para pemilik Rockaway memiliki aktivitas dan tanggung jawab di berbagai bidang usaha. Karena itu, dibutuhkan entitas manajemen yang mampu memastikan operasional berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

“Kami hadir bukan hanya sebagai pengelola, tetapi sebagai strategic management leadership yang menjaga arah, kualitas, dan keberlanjutan usaha,” tegasnya.

Keunggulan Rockaway juga diperkuat oleh lokasinya yang berada di kawasan Batur UNESCO Global Geopark. Kawasan ini diakui dunia karena nilai geologi, sejarah, dan spiritualitasnya, sekaligus menjadi aset strategis yang tidak dapat direplikasi oleh destinasi lain.

Menurut Mardjana, kekuatan lokasi tersebut kemudian diramu dalam konsep Moment From the Height, yang tidak dimaknai sebatas ketinggian geografis, melainkan sebagai pengalaman reflektif bagi setiap pengunjung.

“Ketinggian bukan hanya soal posisi, tetapi tentang elevasi perspektif. Bagaimana tamu mendapatkan pengalaman yang lebih dalam dan bermakna. Ini yang membedakan Rockaway dari sekadar destinasi kuliner,” katanya.

Ke depan, manajemen Rockaway bersama Toya Vyavastha akan memfokuskan pengembangan pada tiga agenda utama, yakni penguatan experience-based hospitality dengan standar premium, perluasan kolaborasi dengan travel agent, media, dan content creator, serta memastikan prinsip keberlanjutan menjadi fondasi pertumbuhan usaha.

“Kami menyadari keberhasilan tidak pernah berdiri sendiri. Dukungan mitra, media, dan masyarakat menjadi energi penting agar langkah ini tetap konsisten dan memberi manfaat luas,” ujar Mardjana.

Dengan pendekatan manajemen profesional, kekuatan lokasi geopark, dan filosofi pengalaman yang berorientasi makna, Rockaway Kintamani menegaskan dirinya bukan sekadar destinasi, melainkan model hospitality masa depan tumbuh secara ekonomi tanpa kehilangan akar budaya dan keseimbangan lingkungan.

[ Editor : Sarjana ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *