Singaraja, Balijani.id|13 Februari 2026– Dalam upaya memastikan layanan listrik kepada pelanggan tetap andal dan tanpa gangguan dalam kondisi darurat kebakaran, PT PLN (Persero) UP3 Bali Utara menggelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kondisi darurat di lingkungan kerja.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus menjaga keandalan operasional sistem kelistrikan yang berdampak langsung pada kontinuitas pelayanan kepada masyarakat.
Simulasi menghadirkan tim dari Damkar Buleleng yang memberikan pembekalan teknis mengenai penanganan kebakaran. Kepala Bidang Pencegahan Damkar Buleleng, Ketut DarmikaKetut Darmika, S.Pd, menjelaskan bahwa kemampuan penanganan awal kebakaran menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko dan potensi kerugian.
“Pemahaman mengenai sumber api, klasifikasi kebakaran, hingga teknik pemadaman yang tepat sangat penting dimiliki setiap personel. Penanganan awal yang cepat dan benar dapat mencegah api meluas,” ujarnya.
Materi yang diberikan meliputi penanganan kebakaran akibat kebocoran gas LPG, penggunaan fire blanket atau APAT, penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan), penggunaan hydrant, hingga evaluasi serta penguatan prosedur tanggap darurat. Seluruh rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung guna memastikan peserta memahami langkah penanganan secara aplikatif.
Simulasi diikuti oleh jajaran manajemen, karyawan-karyawati, serta tim keamanan sebagai bentuk sinergi dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan siap menghadapi kondisi darurat.
Dihubungi di tempat terpisah, Manager UP3 Bali Utara, Elashinta, menyampaikan bahwa kesiapan menghadapi potensi kebakaran merupakan bagian penting dalam menjaga keandalan pelayanan kelistrikan.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki pemahaman dan keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat. Upaya preventif ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menjaga keamanan instalasi kelistrikan sekaligus memastikan layanan kepada pelanggan tetap berjalan tanpa gangguan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penguatan budaya keselamatan kerja terus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, simulasi, dan evaluasi rutin sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan pegawai serta keandalan pasokan listrik.
Melalui kegiatan ini, PLN UP3 Bali Utara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait, serta menghadirkan layanan kelistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
[ Editor : Sarjana ]














