Buleleng, Balijani.id| Harapan memiliki rumah yang layak akhirnya terwujud bagi 10 keluarga di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Rumah yang sebelumnya masuk kategori tidak layak huni kini telah direhabilitasi dan resmi diserahkan kepada penerima manfaat oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Rabu (14/1).
Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ini lahir dari kolaborasi Kodam IX/Udayana, Pemerintah Provinsi Bali, dan PT Lion Group melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sinergi tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat akan hunian yang aman, sehat, dan manusiawi.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, S.H., menyampaikan bahwa program ini sangat membantu daerah di tengah masih tingginya jumlah RTLH di Buleleng.
“Kolaborasi lintas sektor ini sangat strategis dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap program ini terus berlanjut,” ujar Gede Supriatna.
Ia mengungkapkan, hingga kini Kabupaten Buleleng masih memiliki 4.742 unit rumah tidak layak huni yang memerlukan penanganan bertahap melalui kerja sama berbagai pihak.
Dari sektor swasta, PT Lion Group mengambil peran melalui penyaluran dana CSR sebesar Rp50 juta per unit rumah. Direktur PT Lion Group, Daniel Putut Adi Kuncoro, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung pembangunan sosial berkelanjutan di Bali.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dalam sambutannya menekankan bahwa rehabilitasi RTLH merupakan implementasi langsung dari kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat agar TNI hadir membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
“Program rehabilitasi RTLH ini adalah wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan dunia usaha. Hal ini sejalan dengan kebijakan unggulan Bapak Kasad, bahwa TNI AD harus selalu hadir dan menjadi solusi di tengah kesulitan rakyat,” tegas Mayjen TNI Piek Budyakto.
Pangdam juga mengapresiasi gotong royong seluruh pihak yang memungkinkan pembangunan 10 unit rumah dengan total nilai bantuan Rp500 juta dapat diselesaikan tepat waktu. Ia berpesan agar rumah yang telah direhabilitasi dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh penerima.
Peresmian ditandai dengan penyerahan kunci rumah secara simbolis serta paket sembako oleh perwakilan Gubernur Bali bersama Pangdam IX/Udayana, Danrem 163/Wira Satya, dan Forkopimda Buleleng. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung salah satu rumah penerima di Banjar Dinas Pudeh, Desa Tajun.
Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar seremoni penyerahan kunci, melainkan bukti otentik kemanunggalan TNI dengan rakyat serta sektor swasta. Sesuai arahan Pangdam, personel Kodam IX/Udayana, khususnya Babinsa, akan terus memantau perkembangan kesejahteraan masyarakat binaannya,” ujar Kolonel Inf Widi Rahman.
Ia berharap pola kolaborasi ini dapat terus diperluas agar semakin banyak warga di Bali dan Nusa Tenggara yang terbantu mendapatkan hunian layak.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Pejabat Utama Kodam IX/Udayana, Korem 163/Wira Satya, Forkopimda Kabupaten Buleleng, Kadis Perkimta Provinsi Bali, serta perwakilan PT Lion Group Wilayah Bali Nusra.
[ Editor : Pradnya ]














