News  

Magic Garden Tampilkan Delapan Fasilitas Baru dan Bocoran Proyek Cahaya 2026

Tabanan, Balijani.id| Magic Garden di Nuanu Creative City memasuki tahun keduanya dengan perkembangan yang jauh lebih besar dari awal pendiriannya. Fasilitas seluas 3.600 meter persegi itu kini menjadi pusat belajar berbasis alam yang menawarkan pengalaman langsung tentang regenerasi, biodiversitas, dan lingkungan. Dari tiga fasilitas awal, Magic Garden kini berkembang menjadi delapan layanan yang dirancang untuk memperluas wawasan pengunjung tentang hubungan manusia dengan ekosistem.

Dalam satu tahun terakhir, Magic Garden menunjukkan peningkatan signifikan. Ekosistem anggrek, kupu-kupu, flora asli, serta serangga penyerbuk tumbuh lebih stabil, termasuk keberhasilan menjaga tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu hingga sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan di alam. Perkembangan ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai fasilitas paling diminati di Nuanu untuk kegiatan keluarga, pelajar, dan komunitas.
Sebelum menjelaskan perkembangan delapan fasilitas tersebut, pihak pengelola menggarisbawahi komitmen Nuanu dalam merawat ruang hijau dan menciptakan habitat alami.

“Di Nuanu, tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem secara konsisten sehingga menjadi inkubator bagi orang yang berbakat untuk bekerja dengan tanaman dan serangga,” kata Ida Ayu Astari Prada, Brand & Communications Director Nuanu Creative City. Ia menambahkan bahwa menjaga habitat bukan hanya urusan teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab lintas generasi.

“Membangun kembali habitat lebih dari sekadar mengadakan rumah bagi para serangga, tapi juga merupakan warisan bagi murid sekolah kami dan juga para pengunjung, mendorong kepedulian mereka terhadap alam sebagaimana mestinya.”

Magic Garden pertama kali diperkenalkan pada 2024 melalui tiga fasilitas inti: Butterfly Garden, Botanical Gallery, dan Orchid Galore. Dalam perjalanan satu tahun, lima fasilitas baru ditambahkan, yaitu Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park, serta preview The Glow Project yang akan resmi dibuka pada 2026. Ekspansi ini membuat Magic Garden menjadi destinasi belajar alam yang lengkap dan mudah diakses oleh berbagai kelompok usia.
Selain fasilitas baru, Magic Garden juga melaksanakan berbagai program penting, seperti pelepasliaran lebih dari 14.000 kupu-kupu, kerja sama dengan lebih dari 30 sekolah, dan menyediakan ruang khusus flora Bali yang terancam punah. Lokakarya terbuka untuk publik juga terus berjalan dengan total 21 workshop terrarium dan kokedama sepanjang tahun. Tempat ini juga menjadi rumah bagi Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) dan sempat menampilkan pameran bertema Liana Reverie di Labyrinth Art Gallery.

Perayaan ulang tahun pertama Magic Garden ditandai dengan pengenalan awal The Glow Project, sebuah pengalaman bioluminesensi yang menampilkan 13 organisme bercahaya dan 31 spesies tanaman fluoresen. Proyek ini memberikan pemahaman langsung tentang bagaimana organisme menggunakan cahaya untuk beradaptasi, menyampaikan sinyal, dan menjaga keseimbangan ekologi.
Pengelola menjelaskan bahwa setiap makhluk yang hidup di Magic Garden menyimpan fungsi penting dalam ekosistem.

“Setiap makhluk hidup yang kami rawat di Magic Garden memiliki cerita dan perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan ekologi,” ujar Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden. “Ketika orang mengerti bagaimana peran cahaya di alam, mereka secara alami menjadi lebih terhubung dengan ekosistem di sekitar mereka.”

The Glow Project akan dibuka pada malam hari mulai 2026 dengan tiket Rp250.000 per orang, serta dipandu oleh fasilitator khusus agar pengunjung dapat mempelajari proses biologis organisme bercahaya dari jarak dekat.
Memasuki tahun kedua, Magic Garden terus menempatkan diri sebagai kelas belajar yang hidup bagi siswa, keluarga, dan pengunjung dari berbagai daerah. Perkembangan fasilitas ini menandai langkah baru dalam upaya memperluas pendidikan lingkungan di Bali, menghadirkan ruang belajar yang memadukan interaksi, kreativitas, dan pengalaman langsung dengan alam.

[ Editor : Sarjana ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *