News  

Catur Jadi Cermin Politik, NasDem Buleleng Gelar NasDem Cup 2025

Buleleng, Balijani.id| Turnamen Catur NasDem Cup 2025 menjadi ajang unik di tengah peringatan HUT ke-14 Partai NasDem. Bukan sekadar kompetisi olahraga, kegiatan yang berlangsung di Kantor DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Rabu (8/11/2025), ini menghadirkan semangat taktik dan strategi layaknya pertarungan politik yang sesungguhnya.

Digelar bekerja sama dengan Percasi Buleleng, turnamen ini diikuti 32 pecatur dari berbagai desa di Kabupaten Buleleng. Pertandingan yang menggunakan sistem Swiss enam babak itu memunculkan I Gede Wahyu Adi Putra dari Desa Kubutambahan sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Gusti Ngurah Hari Permadi dari Desa Banjar, dan tempat ketiga diraih Gede Arya Badra Suta asal Desa Bungkulan. Sementara itu, Putu Amodini Putri dari Desa Sari Mekar dinobatkan sebagai pecatur putri terbaik.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng, Made Jayadi Asmara, menegaskan bahwa catur bukan hanya permainan, melainkan simbol pertempuran strategi dan kecerdikan politik.

“Papan catur seperti arena politik itu sendiri,” ujar Jayadi membuka pandangannya.

Ia menjelaskan bahwa setiap langkah dalam catur mengandung strategi dan perhitungan yang matang, sebagaimana langkah politik yang menuntut analisis mendalam dan keberanian mengambil risiko.

“Permainan catur memerlukan strategi dan taktik yang matang, beberapa langkah harus dipertimbangkan dengan terencana. Hampir sama seperti pertarungan politik yang menuntut analisa mendalam, seperti diajarkan Sun Tzu dalam The Art of War: ‘kenali dirimu, kenali musuhmu, seratus pertempuran akan berakhir dengan seratus kemenangan’,” kata Jayadi.

Lebih jauh, ia mengaitkan filosofi pengorbanan dalam catur dengan dunia politik.

“Dalam catur sering dikenal langkah pengorbanan untuk mendapatkan posisi yang lebih baik. Pun demikian dalam politik, diperlukan pengorbanan tenaga, pikiran, materi, bahkan harga diri demi meraih simpati dan kemenangan,” tambahnya.

Jayadi juga menyinggung filosofi pion sebagai simbol perjuangan tanpa mundur. Menurutnya, pion kecil sekalipun bisa berubah menjadi menteri jika mampu bertahan hingga akhir, sebagaimana politisi muda yang gigih melawan arus dan akhirnya menaklukkan petahana.

“Pion itu tidak pernah mundur. Begitu juga politisi baru yang mungkin dipandang remeh di awal, tetapi justru bisa menjadi penentu kemenangan karena kerja keras dan ketekunannya,” ungkap Jayadi.

Ia menutup pesannya dengan refleksi yang menggugah tentang semangat pantang menyerah dalam politik.

“Tidak ada yang tidak mungkin dalam politik sepanjang mau bertarung gigih dan spartan. Stay hungry, stay foolish, tetap merasa bodoh agar terus belajar dan berkembang. Saat banyak yang meremehkan, justru di situlah kita membuktikan kemampuan dan mempersembahkan kemenangan dengan penuh kebanggaan,” pungkas Jayadi.

Turnamen Catur NasDem Cup 2025 pun menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga ia menjadi ruang pembelajaran politik yang berstrategi, penuh perhitungan, dan sarat makna perjuangan.

[ Editor : Sarjana ]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *