Jakarta, Balijani.id|™Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) merilis hasil evaluasi kinerja kabinet. Hasilnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dinilai sebagai menteri terbaik versi penilaian ahli dan publik.
Direktur Kebijakan Publik Celios, Media Wahyudi Askar, menyampaikan bahwa hasil riset ini menggambarkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja para menteri yang mendampingi Presiden Prabowo. Evaluasi ini dilakukan tepat pada Senin (20/10/2025) dan menyoroti performa tiap anggota kabinet berdasarkan kinerja nyata di lapangan.
“Berdasarkan penilaian para ahli, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) menempati posisi teratas dengan skor 50, menandakan kinerjanya dianggap paling baik,” ujar Askar dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan di Jakarta.
Menurut Askar, capaian AHY tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga menunjukkan arah kebijakan yang konsisten dan terukur. Di posisi kedua, Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapat skor 48 berkat kebijakan keagamaan yang inklusif dan menyejukkan. Sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dengan skor 44.
Peringkat berikutnya ditempati oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (skor 35), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (skor 31), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (skor 24), dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (skor 17).
Posisi kedelapan diisi oleh Menko Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi Yusril Ihza Mahendra dengan skor 11. Adapun Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani sama-sama meraih skor 10.
Penilaian publik pun menunjukkan hasil serupa. AHY kembali menempati posisi teratas dengan skor 1.042, menegaskan konsistensi pengakuan publik terhadap kinerjanya.
“AHY kembali menempati posisi teratas dalam penilaian publik dengan skor 1.042. Hal ini menunjukkan konsistensi pengakuan atas kinerjanya dalam pembangunan infrastruktur,” kata Askar.
Menyusul di bawahnya, Menag Nasaruddin Umar mencatat skor 470 dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti memperoleh 287. Menteri Luar Negeri Sugiono (227) dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (224) juga masuk dalam lima besar versi publik.
Evaluasi Celios ini melibatkan 120 jurnalis dari 60 lembaga pers nasional, mewakili berbagai desk pemberitaan seperti ekonomi, sosial-politik, hukum, HAM, serta energi dan lingkungan. Penilaian dilakukan melalui survei pada 30 September–13 Oktober 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif.
Selain itu, survei publik juga melibatkan 1.338 responden dari berbagai wilayah, mulai pedesaan hingga perkotaan, yang digelar pada 2–17 Oktober 2025.
“Evaluasi ini menunjukkan bahwa beberapa menteri berhasil menorehkan kinerja yang kuat dan mendapat kepercayaan publik tinggi, terutama di sektor infrastruktur dan agama,” tutup Media Wahyudi Askar.
Penilaian Celios menjadi cermin awal dari arah kebijakan kabinet Prabowo-Gibran. Dalam satu tahun pertama, publik mulai melihat siapa yang benar-benar bekerja dan memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional.
[ Editor : Sarjana ]














