Denpasar, Balijani.id| Semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti pada kisah sejarah semata. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat memimpin Apel Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Niti Mandala, Renon, Minggu (17/8). Ia menegaskan, generasi bangsa, khususnya di Bali, memiliki kewajiban untuk melanjutkan api perjuangan itu dalam bentuk nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
“Jika para pahlawan kita berjuang merebut kemerdekaan dengan jiwa dan raga, maka saat ini kita wajib melanjutkan perjuangan tersebut dengan melawan kebodohan serta mendukung pembangunan daerah demi kemajuan bersama. Terutama, kita harus hadir untuk warga Bali yang masih berada di bawah garis kemiskinan,” tegas Giri Prasta usai memimpin apel.
Upacara berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran Forkopimda serta perwakilan masyarakat dari berbagai unsur. Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan, sementara Letkol Inf Trijuang Danarjati, Dandim 1619/Tabanan, bertindak sebagai Komandan Upacara.
Menurut Giri Prasta, Hari Kemerdekaan harus dimaknai sebagai momentum untuk menghormati perjuangan para pahlawan sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh Bung Karno dan Bung Hatta.
“Khusus di Bali, semangat nasionalisme sudah tertanam kuat sejak usia dini. Sejarah kita mengenal istilah puputan, sebuah bukti nyata keberanian rakyat Bali dalam mempertahankan martabat bangsa,” ungkapnya.
Ia pun menyoroti peran generasi muda yang terus menunjukkan dedikasi. “Contoh nyata yang bisa kita lihat hari ini adalah para Paskibraka. Mereka tampil dengan semangat, rapi, dan solid. Hal ini tentu membuat kita bangga akan kemampuan generasi muda yang mau berlatih dan mengembangkan diri,” tambahnya.
Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025 ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Seluruh rangkaian prosesi pengibaran Merah Putih hingga upacara penutupan mencerminkan semangat perjuangan sekaligus cinta Tanah Air.
Melalui momentum ini, Giri Prasta menekankan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti di masa lalu, melainkan harus menjadi komitmen kolektif generasi bangsa untuk membawa Indonesia semakin maju dan sejahtera.
[ Editor : Sarjana ]














