Denpasar, Balijani.id — Perempuan tak lagi hanya diposisikan sebagai penjaga dapur. Kini, mereka berdiri di garis depan pembangunan, kepemimpinan, hingga pengkaderan generasi bangsa. Hal inilah yang tampak nyata dalam Musyawarah Daerah (Musda) IX DPD Pengajian Al Hidayah Provinsi Bali yang digelar di Gedung Shanti Graha, Denpasar, Sabtu (29/6).
Kegiatan yang dihadiri seluruh pengurus DPD kabupaten/kota se-Bali ini menjadi ajang konsolidasi dan penguatan organisasi ibu-ibu pengajian yang berada di bawah naungan Partai Golkar. Hadir langsung dalam acara ini Sekjen DPP Pengajian Al Hidayah, Dr. Iin Kendedes, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry, Moch. Kadafi, SH., MH., Ketua MUI Bali, Ketua Himpunan Wanita Karya Bali Sawitri, SH., MH., serta perwakilan Ketua KPPG Bali, Suartini Dogek.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Sugawa Korry memberikan apresiasi atas soliditas organisasi ibu-ibu Pengajian Al Hidayah yang telah sukses menyelenggarakan Musda ke-9 ini.
“Organisasi ini terdiri dari kaum ibu-ibu yang memegang peran sangat strategis, baik sebagai pengasuh keluarga, pemimpin di lembaga, maupun sebagai pendidik generasi penerus bangsa. Warna kuning yang mereka kenakan bukan sekadar simbol—ia melambangkan harapan akan kesejahteraan, yang menjadi cita-cita bersama,” ungkap Sugawa.
Ia menambahkan, Partai Golkar akan selalu hadir, mendukung dan sejalan dengan perjuangan Pengajian Al Hidayah. Sebagai bentuk komitmen tersebut, Partai Golkar telah menugaskan Moch. Kadafi sebagai komunikator antara partai dan organisasi Al Hidayah di Bali.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Al Hidayah, Dr. Iin Kendedes, juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan Partai Golkar Bali yang secara konsisten membina dan mendukung kegiatan Al Hidayah.
“Sebagai organisasi yang dilahirkan oleh Partai Golkar, kami berharap hubungan baik ini terus dirawat dan diperkuat. Melalui Musda ini, kami juga mendorong keterlibatan kader-kader muda agar organisasi tetap hidup, berkembang secara kualitas dan kuantitas,” ujar Iin dengan penuh harap.
Musda IX ini juga diharapkan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin perempuan yang tangguh, berdaya saing, dan memiliki wawasan kebangsaan kuat, serta membawa DPD Pengajian Al Hidayah Bali menjadi organisasi yang lebih responsif terhadap dinamika sosial dan spiritual masyarakat Bali.
[Reporter: Sarjana]















