Buleleng, Balijani.id ~ Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M Gubernur Bali 2018 – 2023 mengunjungi Turyapada Tower pada Minggu (9/06) untuk memantau perkembangan pembangunan Turyapada Tower KBS 6.0. Dalam kunjungannya, yang telah mendapat izin dari Penjabat Gubernur Bali, Koster mendapatkan penjelasan dari pihak pelaksana, Utama Karya, yang menyatakan bahwa kontrak pembangunan berakhir pada 4 Juli 2024.
Berdasarkan laporan, sisa pekerjaan yang harus diselesaikan sejak 9 Juni hingga 30 Juni diperkirakan mencapai 98 persen, dengan 2 persen pekerjaan tersisa diproyeksikan selesai pada akhir Juni. Menara pemancar setinggi 40 meter kini sudah berfungsi dan digunakan oleh Kodam IX Udayana untuk pengamanan teritorial serta komunikasi sejak pelaksanaan World Water Forum pada 18 Mei lalu. Meskipun demikian, kawasan ini masih perlu disempurnakan dengan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.
Koster mengimbau DPRD untuk memprioritaskan anggaran sebesar lebih dari Rp 260 miliar pada tahun 2025, agar proyek ini bisa beroperasi penuh pada tahun 2026. Pemprov Bali telah membentuk UPT dan menjalin kerjasama dengan profesional untuk mengelola kawasan ini secara optimal, dengan tujuan meningkatkan pendapatan daerah dari pajak hotel dan restoran.
Turyapada Tower KBS 6.0 diharapkan menjadi destinasi wisata utama di Bali dengan tinggi menara mencapai 96 meter dan pemancar setinggi 60 meter. Dari sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah seperti Danau Bratan, Buyan, Tamblingan, serta pantai yang membentang dari Jembrana hingga Karangasem. Fasilitas yang akan dibangun meliputi planetarium, restoran putar statis, jembatan kaca, ruang pertemuan, konvensi, museum, perpustakaan, glamping, dan tempat wisata lainnya.
Wayan Koster juga menekankan pentingnya kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang akan membuka lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan. Infrastruktur jalan dua arah direncanakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan perkembangan kawasan ini.
Total lahan yang digunakan untuk proyek ini adalah lebih dari 4 hektare, dengan 1 hektare diantaranya untuk area parkir. Kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi kawasan konservasi. Wayan Koster berencana untuk berdiskusi dengan DPRD dan kepala desa agar masyarakat setempat tidak menjual lahan mereka dan bisa menikmati manfaat dari kawasan ini.
“Ini adalah upaya untuk memastikan masyarakat juga merasakan berkah dari pembangunan kawasan ini,” ujar Wayan Koster.
Reporter : Sarjana