Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Masuki Musim Penghujan Kadis LH Buleleng Himbau Jaga Lingkungan

  • Bagikan

Buleleng ( Bali ), Balijani.id ~ Memasuki musim penghujan Dinas Lingkungan hidup dibawah komando Gede Melandrat, melakukan berbagai upaya sistematis dalam mengelimir dampak cuaca yang tidak menentu.

Menurutnya pihaknya sebelum musim hujan di bulan November Desember melakukan kegiatan-kegiatan yang bersinergi dengan TNI Polri, bahkan seluruh OPD di Kabupaten Buleleng.

” Kita membersihkan sungai-sungai, saluran giat, drainase, bergerak bersama pimpinan dalam hal ini Bupati Buleleng melakukan kegiatan yang namanya Buleleng Kali Bersih *(Bulkasih)*, kedua setelah Desember kita melakukan kegiatan penanaman di gunung di Hulu tentu dengan harapan bahwa atas tutupan lahan di Kabupaten Buleleng itu mengalami penurunan akibat degradasi maka kami hadir bersama TNI Polri juga dan masyarakat untuk melakukan penanaman reboisasi termasuk juga penghijauan,” ucapnya.

Adapun sasaran reboisasi ada di ambengan di Panji di Sambangan hingga di daerah Pancasari.

Semua dilakukan karena Ketika nanti nantinya ketika hujan turun yang terakhir adalah bagaimana mengantisipasi di hilir ini kami juga melakukan giat bersama juga dengan opd TNI Polri Sinergi kami itu tidak akan pernah putus dengan seluruh stakeholder yang ada di level bawah.

Dari berbagai titik di Buleleng di mana hal tersebut dibidangi lingkungan hidup, hal ini sudah dikendalikan.

” Semisal bersih-bersih pantai yang pada akhirnya nantinya ketika ada timbunan sampah kiriman dari laut kami sudah siap siaga Sama halnya dengan ketika kita berbicara Sungai bersih maka nantinya ketika ada kejadian-kejadian ini sudah siap kita mitigasi atas kedatangan hujan atau turunnya hujan itu sudah dilakukan bersama-sama, ” lanjutnya.

Dokatan Kadis Melandrat bahwa selaku koordinator pengendali atas lingkungan hidup di Kabupaten Buleleng tentu paham betul memahami serta juga terus melakukan edukasi terhadap masyarakat agar jangan sampai timbunan-timbunan sampah atau masyarakat membuang.

Diketahui pula dalam menangani sampah kurang lebih 150 ton per hari ini sampah residu yang dibawa ke TPA ini khusus yang ditangani oleh dinas lingkungan hidup.

” Adapun total sampah yang ada sekarang di seluruh Kabupaten Buleleng yang 129 desa dengan 19 Kelurahan ini mencapai kurang lebih 600 ton yang masuk ke TPA Bengkala, dan ketahui meski TPA Bengkala ada penambahan luasan dua hektar lebih tentu kami bisa berlega hati tetapi juga bukan menjadi jalan yang terbaik di dalam rangka penanganan sampah, penanganan sampah adalah bagaimana sampah bisa dikendalikan oleh masyarakat, itu adalah masalah kita sampah adalah tanggung jawab kita,” paparnya panjang lebar.

Ditegaskan kembali pemerintah hanya sebagai fasilitator untuk mengendalikan sampah. Dan yang terpenting adalah Bagaimana mengurangi sampah pada level keluarga pada level rumah tangga pada level fasilitas umum.

Hal lain adalah masalah tata kelola kawasan perkotaan ya sangat disayangkan dan kami tentu sebagai pengendali lingkungan khususnya vegetasi yang ada di kawasan perkotaan.

Terkait sekarang ini di mana jalur transportasi kabel-kabel yang dipasang itu sangat tidak estetik di dalam kawasan perkotaan Namun demikian pihaknya sangat bersinergi dengan PLN dan Dinas Perhubungan.

” Adapun pohon-pohon perindang kawasan perkotaan ini ini bukan siapa yang berbuat apa tetapi ketika berbicara tentang kawasan perkotaan tentu kami sangat berkeyakinan bahwasanya ini menjadi bagian dari tugas kita bersama,” ucapnya.

Terkait kewenangan pengaturan pohon perindang di jalan nasional ini kewenangannya enggak jalan kabupaten enggak di manapun di kawasan Kota Singaraja.

“Kami mengkoordinasikan atas pohon-pohon perindang yang mengalami pertumbuhan yang cukup baik, cukup membuat nilai-nilai kesejukan keasrian tetapi sangat berbahaya hal yang terpenting adalah seluruh pohon yang ada di Kabupaten Buleleng sudah kami deteksi datanya sejumlah 600 pohon,” terangnya.

Dengan data itu, menurut Kadis Melandrat, pemeliharaan yang cukup mestinya cukup baik dengan sarana prasarananya karena tanaman ini sudah tanaman yang cukup kuat jenisnya apa variasi banyak jenisnya.

” Dengan sarana prasarana yang ada kami terus berjalan kami terus membuat jadwal pemeliharaannya hari ini ada di Jalan Supratman besok ada di Jalan Sudirman terus bergerak sesuai dengan satu jadwal yang kita susun yang kedua atas permohonan tadi bahwasannya ada pohon-pohon perindang yang sangat membahayakan kalau di kawasan perkotaan kami bersihkan, kalau di kawasan atau jalan nasional Seririt Singaraja atau Singaraja Karangasem ada hal yang mungkin membuat atau membahayakan buat masyarakat kami bersinergi dengan PLN kalau di kota kami dengan Dinas Perhubungan dengan Pol PP ketika itu harus dirubah,” jelasnya.

Terkait penebangan Perbup nomor 50 tentang pemangkasan dan penebangan pohon dan ini juga menjadi kendala ketika laju pertumbuhan resiko atas bahaya itu tidak sebanding dengan sarana yang kami punya postur personil 10 orang , dengan pengangkut dua sampahnya kami bukan motong langsung biarkan jadi diangkut sampahnya satu alat pemangkas jadi alat berat ini alat berat yang menggunakan pemangkas naik tidak harus manual naiknya,” lanjutnya.

Dalam mengatasi pohon tumbang pihaknya dengan BPBD pro aktif menanggapi laporan masyarakat.

 “Kami dengan BPBD kalau tumbang BPBD Terus kalau masih dalam Posisi tegak itu kami dinas lingkungan hidup Apabila tumbang segeralah lapor ke BPBD dan cukup untuk ahli ini bersama-sama dengan kami, ” jelasnya.

Terkait pemasangan APK di pohon-pohon Rindang, secara pribadi maupun selaku kepala dinas prihatin semoga hal ini menjadi intropeksi bagi lembaga organisasi yang melakukan

Guna mengurangi kejadian penggunaan APK dengan Pohon perindang, pihak berharap berkoordinasi dengan DLH.

” kami akan bisa memberikan jalan yang terbaik buat lingkungan yang ada di Kabupaten Buleleng Mari miliki apa yang ada di Kabupaten Buleleng Mari jaga apa yang ada di Kabupaten Buleleng termasuk tanaman,” pungkasnya.

Menutup statemennya, Kadis Melandrat kembali mengharap peran aktif semua pihak dalam menyikapi sampah, yang berpotensi menyumbat saluran dan menjadi sumber meluapnya air di musim penghujan.

” Menjaga lingkungan, melestarikan alam, adalah mewariskan yang terbaik untuk anak cucu kita dimasa mendatang,” ujarnya.

[ BT. red ]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *