Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Budi Hartawan Soroti Meningkatnya Kasus Pelecehan Seksual di Bawah Umur di Buleleng

  • Bagikan

Buleleng ( Bali ), Balijani.id ~ Maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual melibatkan atau menjadikan korban dibawah umur, membuat salah satu praktisi hukum dan mantan anggota DPRD provinsi Bali, ADV Budi Hartawan SH, prihatin

Dalam beberapa Minggu terakhir ada sekitar tiga kasus yang baru dan kemudian juga ada beberapa video yang menyebar juga ini melibatkan salah satu atlet Bali.

“Jikalau saya lihat dari sisi hukum Ya karena kami praktisi, Saya mengamati beberapa media di mana yang sudah berproses hukum dari tingkat lidik di khususnya di wilayah hukum Polres Buleleng kita lihat ya munculnya dan maraknya pergaulan bebas khususnya anak-anak di bawah umur,” ucapnya memulai wawancara.

Dan pihaknya sangat menyesalkan sekali jadi ada seseorang juga yang tidak perlu disebutkan namanya yang di media itu kan mereka semestinya adalah panutan di masyarakat apalagi ada yang seorang itu dan lain sebagainya itu atau mungkin adalah tokoh-tokoh masyarakat tokoh agama Toga itu Toma.

“Dan sangat disayangkan ada pergaulan bebas atau Seksual itu di bawah anak-anak di bawah umur. Nah keterkaitan dengan yang sudah berjalan proses hukum itu harus benar-benar apa yang menjadi ketentuan dalam pasal mengikat terhadap pelecehan seksual terhadap di bawah anak umur,” lanjutnya.

Dengan maraknya aksi kekerasan seksual, tersebut jika sudah dihukum pihaknya berharap jangan ada keringanan jangan ada potongan dan lain sebagainya.

” Baik remisi pun itu nggak boleh ada atau Kalau bisa kami sarankan kepada aparatur penegak hukum itu sendiri kenapa anak-anak itu kan menjadi cikal bakal anak-anak bangsa kita sebagai cikal bakal untuk memimpin negeri ini di kemudian hari kita ini kan semuanya akan pulang sesuai dengan karma kita,” ungkapnya.

Ia menyayangkan bahwa generasi muda sudah dirusak oleh oleh orang-orang yang tidak berkepentingan hanya mementingkan nalurinya saja ini sangat berbahaya bagi generasi muda di negeri ini.

“Oleh karena itu ayo mari kita duduk bersama ketika ada masyarakat yang merasa terhimpit hukum dalam hal pekerjaan seksual ya kami dari Yayasan lembaga bantuan hukum,” tegasnya.

Dalam memberi bantuan hukum pihaknya betul-betul probono dan gratis karena itu apa tanggung jawab kita bersama untuk membangun negeri ini melalui generasi muda jadi kalau generasi mudanya dirusak Bagaimana negeri kita akan ke depan.

” Dan di Buleleng siap antisipasi terhadap pelecehan seksual yang sering terjadi di wilayah hukum Polres Buleleng Saya kira itu atau penting Apakah dari proses juga proses penegakan secara hukum melihat ada kelemahan,” ucapnya.

Kembali dalam konteks memberikan sanksi hukuman dalam proses perjalanan dari penyelidikan kemudian di kejaksaan kemudian dilimpahkan di pengadilan diharapkan di pengadilan itu tidak ada potongan berapa yang ditentukan oleh pelaku pelecehan seksual 5 tahun dalam pasal itu disangkakan jadi harus 5 tahun biar dia itu punya efek Jera.

Oleh karena itu Itulah jadikan rambu-rambu sehingga penegak hukum khususnya di pengadilan negeri.

 ” Dalam penerapan undang-undang nomor 44 28 tentang pornografi ini masih belum tersosialisasi atau memang dari kecenderungan hari ini para muda-mudi itu terpengaruh sama di media sosial atau dia kalau saya lihat undang-undang itu kan sudah paham jadi undang-undang itu Pakem ya,” ujarnya.

Terkait derasnya pengaruh media sosial pihaknya memberi saran. Artinya media sosial memberikan pengaruh yang sangat besar.

 “Nanti dari Kementerian ya permen atau mungkin Perpres itu harus kita dukung bersama-sama gitu. Apa tujuannya apa untuk menjaga disintegrasi bangsa terhadap anak-anak kita, ” lanjutnya.

Ia menyarankan untuk membuat rambu-rambu yang kuat terhadap mereka yang memang sebagai pelaku bisnis di media sosial itu sendiri.

Pemerintah Bali yang satuan SKPD nya adalah perlindungan anak ini harus jadi ada sebuah wacana yang harus dibuat sosialisasinya kepada pendidikan satuan SKPD itu baik dari dinas pendidikan perguruan tinggi.

Dan dikatakan juga perjuangan para pendiri NKRI ini apalagi para pendiri di Bali yang begitu susah payahnya melakukan Puputan melakukan apa hal-hal yang betul-betul bisa Merdeka oleh karena

“Mari kita sekarang mengisi kemerdekaan ini ya melalui mempertahankan harkat dan martabat anak-anak bangsa kita ini melalui peraturan yang harus mengikat mereka ada sanksi hukum yang kuat yang penting intinya,” pungkas ADV Budi Hartawan, SH.

[ BJ TIM ]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *