Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Insiden Malam Tahun Baru Lovina, Pengacara Korban: Justru Pelaku Yang merekayasa Dan mempolitisir Kejadian

  • Bagikan

Singaraja, Balijani.id ~ Setelah para terlapor insiden malam Tahun Baru di Lovina, pada malam akhir tahun 2023 lalu, Hari ini pada Selasa 23 Januari 2024 dilakukan konfrontir antara pelaku, korban dan saksi yang didampingi kuasa hukumnya di Mapolres Buleleng.

Disidik dan tersangka sudah diamankan, sebagai Kuasa Hukum Gede Bagia dan Nyoman Budiana, yakni Budi Hartawan, S.H menyebut bahwa secara sepintas adanya tuduhan tidak langsung dialamatkan kepada korban tentang adanya rekayasa dan politisasi, sayangnya hal ini disanggah keras oleh pengacara korban.

“Statement yang dikeluarkan saudara Kepala Desa bahwa kasus itu adalah kasus rekayasa, keterangan kepala desa, memang benar direkayasa dan dipolitisi oleh pelaku, sehingga pelaku itu melakukan penyerangan di tahun baru,” ujar ADV Budi Hartawan memulai wawancaranya.

Dalam hal kasus yang sempat ramai diberitakan beberapa media, Adv Budi Hartawan Menyesalkan keterangan dari Kepala Desa / Perbekel Kalibukbuk Ketut Suka yang dimuat sebelumnya.

Dikatakan juga jika itu sebuah rekayasa tentunya sudah ada rencana untuk melakukan insiden di warung kliennya yakni saudara Bagia.

Budi Hartawan kembali mengutip bahwa Statement yang diberikan oleh Kepala Desa itu benar, itu sebuah kejadian/insiden rekayasa dan dipolitisir.

Sementara terkait statement yang dikeluarkan lewat media pihaknya juga menyampaikan hak jawab

“Saudara sudah melihat dan mendengar bahwa apa yang disampaikan oleh Kuasa hukumnya nanti di kepolisian maupun di kejaksaan, akan kami pantau, akan kami lihat, jangan sampai ada kasus kasus yang masuk angin,” jelasnya.

Budi Hartawan kembali menyampaikan bahwa, disinyalir akan ada perubahan kasus yang dalam pelimpahannya kasus yang berbeda antara kepolisian dan kejaksaan.

“Kejadian/insiden yang terjadi, di lovina bahwa dikatakan ada rekayasa dan dipolitisir, kami tidak ada upaya politisir dan rekayasa, itu murni yang kami lihat dari sisi hukum, murni karena korban tidak ada melakukan rekayasa karena mereka jualan dengan santai melayani tamu, dimana datang satu orang dan beberapa dan melakukan, penganiayaan, kan begitu,”

Dikatakan, Sementara dari pasal yang disangkakan menurut Budi hartawan, sudah memenuhi unsur sebab ada pelaku, ada korban, ada saksi yang melihat, dan ada barang bukti yang sudah dikumpulkan pihak kepolisian.

” Menurut Asas Praduga tak bersalah maka patut dicurigai merekalah yang melakukan rekayasa dan melakukan penyerangan, dengan kata kata (serbu), dan kami sudah mempercayakan kepada pihak polres buleleng, dan sudah tidak ada lagi upaya upaya perdamaian,” tegasnya.

Tadi sudah dilakukan proses konfrontir pelaku dan korban, diantara para saksi yang sudah di lidik para penyidik, untuk dinaikkan statatusnya dari P19 ke P21.

“Keputusan selanjutnya tentunya kami serahkan kepada pak bagi, apakah kasus dilanjutkan diproses atau ditempuh langkah langkah perdamaian, kami serahkan ke ke klien kami,” pungkas Budi Hartawan, S.H.

Sementara dari pihak Korban yakni Bagia menyampaikan bahwa pihaknya lanjut proses hukum akan tetap dijalankan, masalah kekeluargaan pihaknya akan tetap berkeluarga.

“Kejahatannya ini yang kita hukum,” ujar Bagia Singkat dan diamini oleh anaknya Nyoman Budiana menambahkan bahwa karena pihaknya tidak tahu apa apa kemudian tiba tiba diserbu.

[ BJ TIM ]

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *