Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Hari Kartini Momen Bersejarah Buat Perempuan, DPD WTI Bali Terus Melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat

  • Bagikan
Caption : Ketua Dewan Pengurus Daerah Wanita Tani Indonesia (WTI) Tutik Kusuma Wardhani, SE,MM,M.Kes

Denpasar, Balijani.id – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Tani Indonesia (WTI) Provinsi Bali
Tutik Kusuma Wardhani, SE.,MM.,M.Kes mengatakan menyambut momen Hari Kartini 21 April 2022 ini bisa jadi begitu bersejarah buat para perumpuan.

“Karena dari berbagai kegiatan dimasyarakat seperti kegiatan sosial atau kegiatan kegiatan lainya yang berhubungan dengan masyarakat kini sudah bisa di dominasi oleh para perempuan,” kata Tutik Kusuma Wardhani, Kamis (21/4).

Dengan berjalanya waktu, menurutnya para perempuan dimasa sekarang juga sudah mulai mampu mengabdikan diri ditengah masyarakat. Contohnya dalam perhelatan politik.

“Dimana para perempuan sudah mampu memenuhi kuota 30 persen di legeslatif. Bahkan kegiatan sosial membantu sesama juga sudah rutin dilakukan. Pastinya menjadi perempuan ada banyak nilai positif yang bisa diambil,” ucapnya.

Tutik Kusuma Wardhani menjelaskan kalau perannya sebagai Ketua WTI Provinsi Bali dalam melakukan pembinaan untuk Kelompok Tani di Bali sudah rutin dilakukan seperti salah satunya yang sudah berjalan yakni mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) WTI Kab. Gianyar dalam sebuah pameran di Puspa Aman, Desa Sidan, Gianyar.

Dalam pameran tersebut juga di hadiri Ibu Gubernur Bali Ny Putri Suastini Koster bersama Ibu Bupati Gianyar yang dilaksanakan tanggal 8 April 2022.

“Selanjutnya, saya juga sempat mendampingi KWT binaan kami dalam pameran HUT Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Ke-59 yang diadakan di kawasan Renon, Denpasar dari tanggal 15-16 April 2022,” jelasnya.

Tutik Kusuma Wardhani menambahkan dalam momen menyambut Hari Kartini 21 April 2022 dan Hari Bumi yang akan datang DPD WTI Provinsi Bali tanggal 24 April 2022 berencana akan berpartisipasi dalam kegiatan pembuatan 2000 botol ecoenzime yang dilanjutkan dengan penyemprotan dan penuangan ecoenzim dilokasi kegiatan dalam rangka turut menjaga ekosistem lingkungan yang ada di wilayah Desa Serangan, Denpasar.

“Kemudian harapan para perempuan disini adalah dapat mengetuk hati masyarakat agar turut serta menjaga bumi ini, yang salah satunya adalah dengan membuat dan menggunakan ecoenzime dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sembari menyampaikan kalau apa yang selama ini diperbuat para perempuan tidak terlepas dari pengabdian kepada masyarakat. Semoga apa yang dilakukan para perempuan ini terus mendapat dukungan dan simpatisan dari masyarakat.
( TIM BJ/red )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *