Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Istri Temukan Santiasa Akhiri Hidup di Tegalan

  • Bagikan

Badung, Balijani.id – Kepolisian Resor (Polres) Badung terus disibukkan dengan peristiwa orang meninggal dunia dengan cara ulah pati (gant**g diri). Seminggu yang lalu terjadi di Polsek Mengwi, kini terjadi di lingkungan Banjar Wanakeling, Desa Sulangai Kecamatan Petang, Badung, Sabtu (19/2) pukul 12.00 Wita.

Korbannya yakni I Wayan Santiasa, (43) mengakhiri hidupnya di pohon boni di tegalan miliknya, tragisnya ia ditemukan sudah tidak bernyawa oleh istrinya sendiri yaitu Ni Made Sariasih, (40) tahun.

Kapolsek Petang I Nyoman Budiasa, SH menyebutkan korban yang bekerja sebagai petani itu bunuh diri menggunakan tali plastik biru sepanjang 3 meter. Tali yang diikat pada dahan pohon boni tersebut menjerat leher korban. Pada saat ditemukan oleh istri tercintanya, korban memakai topi warna biru, baju kaos lengan panjang warna coklat, celana panjang warna hitam, dan sepatu warna hitam.

Sayangnya korban kelahiran 4 Oktober 1978 itu dinyatakan meninggal dunia setelah diperiksa oleh tim medis dari Puskesmas Petang I yang datang langsung ke lokasi TKP. Setelah dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.

“Hasil pemeriksaan petugas medis dari Puskesmas Petang I korban sudah dinyatakan meninggal dunia sekitar 2 jam sebelum ditemukan. Pada tubuh korban ditemukan luka bekas jeratan melingkar pada leher, kemaluan mengeluarkan sper**, dan kotoran,” ungkap AKP Budiasa.

Ia juga mengatakan ada dua saksi lain selain Ni Made Sariasih yang merupakan istri dari korban yang dimintai keterangan, yakni I Wayan Lotra, (55( dan I Nyoman Sumayasa, (36). Keterangan dari saksi Wayan Lotra bahwa dia mengetahui peristiwa itu setelah mendengar teriakan minta tolong dari Made Sariasih. Saat itu Wayan Lotra sedang menyabit rumput di tegalannya.

Mendengar teriakan minta tolong itu, Wayan Lotra menuju ke sumber suara. Saat tiba di lokasi TKP, Wayan Lotra melihat Made Sariasih tidur di tanah dan memeluk korban yang sudah diturunkan dari lilitan di dahan pohon boni.

Melihat pemandangan itu, Wayan Lotra menghubungi Nyoman Sumayasa. Wayan Lotra meminta tolong memberitahu warga bahwa telah terjadi peristiwa tersebut dekat tegalannya. Kejadian itupun dilaporkan ke Polsek Petang dan Puskesmas I Petang.

“Sekitar pukul 12.30 Wita tim medis dari Puskesmas Petang I tiba di lokasi untuk mengecek kondisi korban. Ternyata korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga langsung mengevakuasi jenazah korban ke rumah korban sendiri untuk disemayamkan,” beber Kapolsek Petang. (002/red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *