Menu
Berita Sarin Gumi Nusantara

Melonjak, Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar 110 Orang

  • Bagikan

Denpasar, Balijani.Id — Kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar kembali mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar. Jumat (28/1), kasus meninggal dunia bertambah satu orang dan kasus sembuh 3 orang. Sementara itu, kasus positif Covid-19 bertambah 110 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 38.289 kasus, angka kesembuhan pasien mencapai 36.994 orang (96,62) persen), meninggal dunia 1.007 orang (2,63 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 288 orang (0,75 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi, menjelaskan penularan virus Covid-19 di Kota Denpasar mulai mengalami tren peningkatan. Masyarakat diminta tak kendor menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar tidak terpapar virus varian baru Omicron.

“Kami minta masyarakat tak mengabaikan prokes untukmembentengi diri sendiri dan orang lain dari Covid-19,” pinta Dewa Rai.

Dewa Rai mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha mematuhi aturan yang ada. Jangan sampai lengah menghadapi perkembangan kasus Covid-19 varian baru Omicron yang sudah menular di Jakarta. Apalagi saat melakukan aktivitas, prokes wajib dipatuhi guna dapat memutus mata rantai virus corona. Terlebih saat mutasi Covid-19 dengan varian baru Omicron lebih cepat penularannya dibandingkan virus corona sebelumnya.

”Kami berharap masyarakat tetap waspada dan disipi prokes. Karena ada simpul-simpul keramaian dikhawatirkan tingkat penularan Covid-19 di Kota Denpasar meningkat berdampak muncul klaster baru,” ujarnya.

Dewa Rai menyatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya menekan penularan virus varian baru Omicron. Sebab, Denpasar sebagai pusat perdagangan dan Ibukota Provinsi Bali mobilitas orang cukup padat sehingga masyarakat diminta mengurangi mobilitas agar tidak terpapar virus corona. Menekan mobilitas warga yang tidak mematuhi prokes, pihaknya bersama Tim Yustisi menggelar sidak prokes di jalan sekaligus sosialisasi bahaya penularan virus varian baru tersebut. Selain mengoptimalkan isiolasi terpusat (isoter) dan melakukan penyemprotan desinfektan serta eco-enzyme yang gencar dilakukan desa maupun kelurahan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Denpasar, lanjut Dewa Rai, terus memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, menyasar anak-anak usia sekolah 12-17 tahun dan usia 6-11 tahun, ibu hamil dan disabilitas. Bahkan, Pemkot Denpasar telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus Covid- 19 varian baru Omicron, mulai dari peningkatan kapasitas 3T (tracing, testing, treatment), menggencarkan pelaksanaan vaksinasi booster, mewajibkan penerapan aplikasi PeduliLindungi, menyiapkan isolasi terpusat (isoter), optimalisasi rumah sakit rujukan dari ketersediaan tempat tidur, oksigen dan obat-obatan. ”Kami minta masyarakat disiplin dan taat prokes guna menghindari tertular dan menularkan virus corona kepala keluarga, dan lingkungan,’’ tandasnya. (002)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *